<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>petualang</title>
	<atom:link href="http://dik85.dagdigdug.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dik85.dagdigdug.com</link>
	<description>Just another dagdigdug.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Feb 2010 08:29:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>MOTOR MOGOK DAN KEBAIKAN HATI PETUGAS DISHUB</title>
		<link>http://dik85.dagdigdug.com/2010/02/23/motor-mogok-dan-kebaikan-hati-petugas-dishub/</link>
		<comments>http://dik85.dagdigdug.com/2010/02/23/motor-mogok-dan-kebaikan-hati-petugas-dishub/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 03:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dik85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dik85.dagdigdug.com/2010/02/23/motor-mogok-dan-kebaikan-hati-petugas-dishub/</guid>
		<description><![CDATA[Masih pagi. Kira-kira waktu telah menunjukkan pukul 06.00 saya sudah berangkat bekerja ke kantor yang letaknya di Bandung Utara. Cukup jauh dalam jarak ± 14 km dan apabila ditempuh dengan sepeda motor  keluaran tahun 1982 bisa mencapai hampir 1 jam &#8230; <a href="http://dik85.dagdigdug.com/2010/02/23/motor-mogok-dan-kebaikan-hati-petugas-dishub/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small;font-family: Calibri"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-21" src="http://dik85.dagdigdug.com/files/2010/02/motor-mogok1-150x150.jpg" alt="motor-mogok1" width="150" height="150" />Masih pagi. Kira-kira waktu telah menunjukkan pukul 06.00 saya sudah berangkat bekerja ke kantor yang letaknya di Bandung Utara. Cukup jauh dalam jarak ± 14 km dan apabila ditempuh dengan sepeda motor<span>  </span>keluaran tahun 1982 bisa mencapai hampir 1 jam lebih. Hambatan di jalanpun pasti ada, terutama macet atau jalannya kebanjiran. Maklum sekarang sedang musim hujan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small;font-family: Calibri">Rumah saya di Bandung Selatan, tentunya para pembacapun sudah memaklumi karena Bandung Selatan rawan banjir. <span> </span>Berbagai media baik cetak maupun elektronik hampir setiap hari menayangkan keadaan bajir yang sedang melanda di beberapa pelosok kota maupun Kabupaten Bandung. Terutama daerah Cieunteung, Ciputat dan Andir hampir setiap musim penghujan terkena banjir. Bagaimanapun tidak Bandung selatan yang datarannya rendah, disitu terdapat sungai Citarum yang menjadi pusat pembuangan air dari berbagai pelosok. Sungainya menjadi dangkal disertai sampah yang tidak bisa terkendalikan karena buruknya budaya masyarakat membuang sampah ke sungai, <span> </span>masih lagi ditambah pembuangan limbah pabrik yang sembarangan. Sudah cukup beratlah <span> </span>penderitaan sungai yang kita cintai ini untuk menanggung berbagai persoalan. Akibatnya air meluap kemana-kemana, membanjiri rumah penduduk yang berada tidak jauh dari sungai Citarum. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small;font-family: Calibri">Cerita ini akan saya kembalikan ke awal, karena judulnya adalah <em>kebaikan hati seorang petugas Dishub</em> (Dinas Perhubungan) yang ditugaskan di pertigaan <span> </span>Jalan terusan Cibaduyut Cangkuang. Awalnya yang tadi ketika saya berangkat kekantor selalu masih pagi karena sering macet terutama di Jemabatan II Rancamanyar, Jalan Sayuran, di pertigaan Cangkuang , pertigaan Kopo Permai, dan pertigaan Taman Cibaduyut Indah (TCI). Kemacetan yang paling parah terjadi di Jembatan II Rancamanyar pada waktu air sungai meluap. Kemacetan dari jam 07.00 pagi sampai jam 11.00 siang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small;font-family: Calibri">Nah, karena saya diburu-buru waktu, khawatir kesiangan datang di kantor, saya berangkat menggunakan motor yang belum <em>di service</em> dan sering dipakai pada musim banjir. Waktu berada di pertigaan jalan cangkuang tiba-tiba motor mendadak tidak jalan alis mogok. Berbagai upaya telah saya lakukan diantaranya menambah bensin, membuka busi, tetapi motor si “Dukun” ini (sebutan motor saya karena sudah tua) tidak bisa jalan. Hati panik dan bercampur bingung. Mana masih pagi, bengkel belum pada buka. Keringatpun semakin deras membasahi baju dan kening. Dalam keadaan panik dan bingung ini karena disitu saya telah menghabiskan waktu satu jam, tiba-tiba dari belakang saya ada seseorang yang menghampiri. Ternyata <span> </span>seorang petugas Dishub Kabupaten Bandung yang selalu bertugas di pertigaan<span>  </span>Jalan Cangkuang. Dengan ramah sekali petugas itu menawarkan jasanya untuk membuka busi motor. Padahal telah dibuka beberapa kali. <em>“oh, pak ieu mah busina kedah dibersihan, margi tos kotor , rupina ieu teh sering kalebetan cai, sok ku abdi urang buka deui “.</em> Dengan teliti sekali petugas ini memperhatikan busi motor, diolesi dengan bensin, dihampelas lalu dipasangkan kembali. <em>“Tah, ayeuna mah moal mogok deui geura”</em>. Si petugaspun menghidupkan beberapa kali motor saya. Dan Alhamdullilah motor saya bisa hidup kembali dan akhirnya bisa sampai ke kantor walaupun kesiangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small"><span style="font-family: Calibri">Saya merasa <em>kahutangan budi</em> ku si bapa petugas yang namanya tertera pada name tagnya <strong><em>Djonih</em></strong><em> </em>petugas DISHUB Kabupaten Bandung, yang umurnya kira-kira sudah mencapai lima puluhtahunan. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small"><span style="font-family: Calibri"><span> </span><em>“ Hatur nuhun pisan, pak!”,</em> kata saya sambil meninggalkan pak Djonih yang terus ngeloyor lagi untuk bertugas mengatur jalannya lalu lintas yang sedang macet. Saya bersyukur dan mendoakan pada pak Djonih dan keluarga mudah-mudahan dilindungi, amal kebaikannyapun bisa dibalas oleh Allah SWT, dan bisa menjadi contoh dan tauladan bagi petugas-petugas lainnya untuk menolong pengendara speda motor yang sedang kebingungan karena motornya mogok ditengah perjalanan. <span> </span>Wilujeng tugas, pak Djonih. (Dikdik Suhendi)</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dik85.dagdigdug.com/2010/02/23/motor-mogok-dan-kebaikan-hati-petugas-dishub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMBANGUNAN GORONG-GORONG DI KAMPUNG CEMBUL DESA RANCAMANYAR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG</title>
		<link>http://dik85.dagdigdug.com/2009/12/07/pembangunan-gorong-gorong-di-kampung-cembul-desa-rancamanyar-kecamatan-baleendah-kabupaten-bandung/</link>
		<comments>http://dik85.dagdigdug.com/2009/12/07/pembangunan-gorong-gorong-di-kampung-cembul-desa-rancamanyar-kecamatan-baleendah-kabupaten-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 08:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dik85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dik85.dagdigdug.com/2009/12/07/pembangunan-gorong-gorong-di-kampung-cembul-desa-rancamanyar-kecamatan-baleendah-kabupaten-bandung/</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman doeloe di daerah pedesaan pembuatan gorong-gorong/drainase untuk saluran air hujan atau cai cileuncang bahkan air limbah dari sisa-sisa dapurpun (limbah rumah tangga) tidak begitu mendapat perhatian dari masyarakat sekitarnya. Masyarakat hanya membuat parit-parit di kebun-kebun, membuat lubang (sunda: &#8230; <a href="http://dik85.dagdigdug.com/2009/12/07/pembangunan-gorong-gorong-di-kampung-cembul-desa-rancamanyar-kecamatan-baleendah-kabupaten-bandung/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dik85.dagdigdug.com/files/2009/12/gorong3-150x120.jpg" alt="gorong3" width="150" height="120" class="alignleft size-thumbnail wp-image-17" />Pada jaman doeloe di daerah pedesaan pembuatan gorong-gorong/drainase  untuk saluran air hujan atau cai cileuncang bahkan air limbah dari sisa-sisa dapurpun (limbah rumah tangga) tidak begitu mendapat perhatian dari masyarakat sekitarnya. Masyarakat hanya membuat parit-parit di kebun-kebun, membuat lubang (sunda: lombang) di belakang rumahnya masing-masing, dengan alasan mereka untuk tempat mengumpulkan sampah-sampah, baik sampah dari siasa-sisa dapur maupun sampah dedaunan dari pepohonan yang jatuh dari pohonnya ( sunda: kalakay), atau mungkin juga dari sisa-sisa makanan ternak yang mereka pelihara dan fungsi kedua untuk sekedar mengalirkan air hujan itu yang akhirnya akan terserap ke tanah. Bahkan air hujan atau air buangan dari limbah dapur itu  dibiarkan begitu saja atau bisa dialirkan melaui sungai-sungai atau daerah rendah.  Untuk mandi dan mencuci pakaian dan membuang tinjapun masyarakat hanya pergi ke sungai-sungai atau solokan yang terdekat. Keadaan ini mungkin diperkirakan antara tahun 1980 an kebelakang. Karena sungai-sungainya (Citarum) pada tahun-itu airnya masih jernih belum tercemar oleh limbah pabrik seperti sekarang ini.</p>
<p>Pekerjaan yang mereka laksanakan tidak disadari bahwa mereka telah membuat lubang resapan atau sumur resapan yang sederhana itu, bisa mengakibatkan  air hujan dan air limbah rumah tangga itu telah diserap kedalam tanah dan tidak akan mengakibatkan banjir Cileuncang atau pencemaran lingkungan.</p>
<p>Namun sejalan dengan perkembangan jaman dimana lahan makin sempit, penduduk makin bertambah otomatis pemukimanpun dengan sendirinya akan bertambah, tidak akan mungkin untuk membuat lobang-lobang seperti pada jaman doeloe, karena lahannya semakin sempit oleh rumah-rumah penduduk yang semakin hari semakin bertambah belum lagi budaya masyakat yang  masih membuang sampah sembarangan. Apa akibatnya? Akibatnya baik air hujan maupun air limbah rumah tanggapun tidak akan terserap kedalam tanah dan akhirnya jelas akan terjadi banjir dan pencemaran lingkungan secara menyeluruh. Hal ini jelas akan menimbulkan keresahan dimasyarakat.</p>
<p>Misalkan terjadi banjir akan mengakibatkan air sungai dan air laut akan meluap ke permukaan. Masyarakat akan kena dampaknya berupa kerugian moriil dan materiil akibat rumah-rumah mereka kebanjiran atau wabah penyakit akan timbul dimana-mana. Apabila dibiarkan akan terjadi kemunduran sosial dan kemunduran kehidupan masyarakat, terutama kemunduran kesehatan. Untuk menanggulangi masalah ini semua,  banyak yang telah diupayakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk memperbaiki keadaan lingkungan, diantaranya dengan pengerukan sungai-sungai yang dangkal akibat erosi, membuat drainase atau gorong-gorong saluran air, dan lain-lain. Seperti halnya masyakat Kampung Cembul Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang terdiri dari 3 RW, 10 RT dan 1500 KK pada saat ini akan mengupayakan pembangunan gorong-gorong sepanjang jalan Cembul, ± 300 m, dengan kedalaman pengalian hampir 1 ½ m. Pembangunan ini dananya berkat bantuan dari program pemerintah PNPM Mandiri di tambah dengan swadaya masyarakat. Namun danannya masih  belum mencukupi seperti yang telah dianggarkan oleh pihak panitia. Untuk menanggulangi kekurangan dana tersebut panitia beserta ketua RW akan berupaya mengerahkan warganya untuk bergotong royong dalam pelaksanaan nya nanti.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dik85.dagdigdug.com/2009/12/07/pembangunan-gorong-gorong-di-kampung-cembul-desa-rancamanyar-kecamatan-baleendah-kabupaten-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TANGKAL  KAI RUNTUH DEUI DI JALAN TAMAN SARI BANDUNG</title>
		<link>http://dik85.dagdigdug.com/2009/09/15/tangkal-kai-runtuh-deui-di-jalan-taman-sari-bandung/</link>
		<comments>http://dik85.dagdigdug.com/2009/09/15/tangkal-kai-runtuh-deui-di-jalan-taman-sari-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 04:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dik85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dik85.dagdigdug.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Panceg dina jam 07.57 poe Salasa tanggal 15 September 2009 atawa dina bulan puasa tanggal 24 Ramadhan 1430 H, isuk-isuk keneh tangkal kai anu panjangna kira-kira 25 meter , garis tengah kurang leuwih 60 cm runtuh ngadadak. Teu aya angin &#8230; <a href="http://dik85.dagdigdug.com/2009/09/15/tangkal-kai-runtuh-deui-di-jalan-taman-sari-bandung/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small;font-family: Calibri">Panceg dina jam 07.57 poe Salasa tanggal 15 September 2009 atawa <img class="alignleft size-thumbnail wp-image-10" src="http://dik85.dagdigdug.com/files/2009/09/pohon-150x150.jpg" alt="pohon" width="150" height="150" />dina bulan puasa tanggal 24 Ramadhan 1430 H, isuk-isuk keneh tangkal kai anu panjangna kira-kira 25 meter , garis tengah kurang leuwih 60 cm runtuh ngadadak. Teu aya angin teu aya hujan ujug-ujug dorokdok gubrag ninggang kana jalan aspal. Untung eta jalan teh masih tiiseun keneh ku kandaraan anu sok biasana balawiri ngaliwatan di jalan eta. Malum eta jalan teh kaliwatan ku sababaraha angkot anu boga jurusannana masing-masing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small;font-family: Calibri">Isuk-isuk harita teh kakara aya motor anu ngaliwat anu ka kalerkeun aya 3, ari anu ka kidulkeun mah aya mobil hiji jeung motor 2 siki. Samalah aya motor anu ditumpakan ku salah sahiji lalaki anu ngabonceng awewe, kira-kira 2 meteran deui sigana mah kai ditukangeunnana geus ngagubrag, atuh kacida reuwaseunnana. Mun seug tariking cilaka mah pasti bakal katinggang ku kai anu sakitu gedena. Tapi Alhamdullilah teu aya korban anu katinggang ku tangkal kai anu runtuh eta. Padahal ieu kajadian teh tumiba geus kadua kalina. Nu tiheula mun teu salah mah dina tahun 2008. Ari bulanna mah poho deui. Gigireun pasar anyar Balubur masih keneh di jalan Taman Sari aya sabeulah kiduleun nu kajadian tangkal runtuh isuk-isuk bieu. Kajadian anu ti heula mah make aya korban sagala nu tumpak mobil tepi ka palastrana. Malahan ceuk beja mah mobilna oge tepi<span>  </span>kagepeng katinggang ku tangkal kai anu runtuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small;font-family: Calibri">Aya usul keur ka Dinas Pertamanan Kota Bandung, kumaha lamun jalan-jalan anu dipelakan kai anu geus karolot umurna ditalungtik, dipilih mana wae tangkal kai anu geus kolot, mana tangkal kai anu masih <span> </span>kuat keneh. Da ayeuna mah pazamanan teh geus <span> </span>caranggih boh alat-alatna, boh para ahli pikeun nalungtikna. Ari tangkal nu geus karolot tur ropoh mah perlu pisan kudu dituar sangkan aman keur masyarakat anu lalarliwat. Tah ari tangkal nu geus dituar poma kudu di pelakan deui. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;text-align: justify"><span style="font-size: small;font-family: Calibri">Ieu kajadian tangkal kai runtuh teh ulah tepi kajadian anu katiluna. Sok kabayang sakumahaeun teuing <span> </span>lamun tangkal kai runtuh dina kaayaan jalan Taman Sari keur rame, malahan pan aya Kebon Binatang, tempat rekreasi kareueus urang Kota Bandung anu tiap poe sok aya <em>Tourist local</em> anu pada daratang ngajugjug ti suklakna ti siklukna pada hayang ningali sasatoan anu aya didinya. Malahan sok aya istilah ceuk kolot tea mah <em>deuk nyaruakeun beungeut</em>, cenah. Untung we masih keneh sepi. Tah komo sakeudeung deui pan deuk parere budak sakola kulantaran lebaran. Pasti bakal loba pengunjung anu pada daratang ngadareugdeug ka Kebon Binatang, para petugas tinangtu kudu nyiapkeun kaamanannana. Boh kaamanan fisikna boh kaamanan batinna pengunjung. Salah sahijina kaamanan sangkan tangkal kai ulah raruntuh. <em><strong>Sok mangga aremutan ku dinas-dinas anu terkait</strong></em>. Caggg… <em>(Sasih syaum katompernakeun)</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dik85.dagdigdug.com/2009/09/15/tangkal-kai-runtuh-deui-di-jalan-taman-sari-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-JOURNAL DAN E-BOOK</title>
		<link>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/e-journal-e-book/</link>
		<comments>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/e-journal-e-book/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 08:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dik85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/e-journal-e-book/</guid>
		<description><![CDATA[Koleksi perpustakaan saat ini bukan hanya berupa buku, majalah, CD ROM, Microfilm tetapi ada juga yang berupa file digital. Pengguna cukup membawa flash disk yang memuat 1-2  M yang ukurannya hanya 6-10 cm bisa memuat beberapa puluh judul buku atau jurnal.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8" src="http://dik85.dagdigdug.com/files/2009/08/rak-buku-atas-kiri-150x150.jpg" alt="rak-buku-atas-kiri" width="150" height="150" />Koleksi perpustakaan saat ini bukan hanya berupa buku, majalah, CD ROM, Microfilm tetapi ada juga yang berupa file digital. Pengguna cukup membawa flash disk yang memuat 1-2  M yang ukurannya hanya 6-10 cm bisa memuat beberapa puluh judul buku atau jurnal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/e-journal-e-book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KESAN MENGIKUTI PELATIHAN MEMBUAT BLOG</title>
		<link>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/kesan-mengikuti-pelatihan-membuat-blog/</link>
		<comments>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/kesan-mengikuti-pelatihan-membuat-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 05:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dik85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/kesan-mengikuti-pelatihan-membuat-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Tepatnya hari ini, hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009 saya diajak oleh teman untuk membuat Bloger. Yang katanya kalau kita telah membuat bloger kita akan termotivasi untuk membuat tulisan yang bisa dikses oleh banyak orang di internet, lalu juga akan &#8230; <a href="http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/kesan-mengikuti-pelatihan-membuat-blog/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">Tepatnya hari ini, hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009 saya diajak oleh teman untuk membuat Bloger. Yang katanya kalau kita telah membuat bloger kita akan termotivasi untuk membuat tulisan yang bisa dikses oleh banyak orang di internet, lalu juga akan banyak teman. Ternyata membuat blog<img class="size-medium wp-image-3 alignleft" src="http://dik85.dagdigdug.com/files/2009/08/bp1-226x300.jpg" alt="bp1" width="130" height="184" />er ini sangat menyenangkan juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/kesan-mengikuti-pelatihan-membuat-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/hello-world/</link>
		<comments>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 04:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dik85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di <a href="http://dagdigdug.com/">dagdigdug.com</a>. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dik85.dagdigdug.com/2009/08/12/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

